Kamis, 20 November 2014

rengrengan ILM



Media Sosial sebagai Sarana Media Pembelajaran Interaktif

Assalamu alaikum Wr. Wb
Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT yang melimpahkan rahmat dan karunia pada kita atas kesempatan yang telah diberikan. Disini saya akan mendeskripsikan iklan layanan masyarakat yang berkaitan dengan teknologi pendidikan dengan sasaran peserta didik dan pendidik.
Saya disini akan mengulas mengenai media sosial yang sangat berkembang pesat di Indonesia terutama facebook dengan pengguna sekitar 41.777.240 yang menempati peringkat dua di dunia setelah Amerika Serikat. Banyaknya pengguna media sosial facebook dengan pengguna yang sangat beragam mulai dari kalangan umur berapa saja dan lapisan masyarakat apa saja, facebook sangat mudah digunakan dan alangkah lebih baiknya dapat digunakan sebagai media pembelajaran interaktif yang dikelola dengan baik dalam penggunaannya pada kegiatan belajar mengajar.
Facebook dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara peserta didik dan pendidik, penggunaannya dapat meliputi pemberian tugas dalam group peserta didik apabila pendidik berhalangan hadir, pengiriman tugas peserta didik ke dalam group agar memudahkan pengumpulan data dan peminimalisir penggunaan kertas, sebagai media tanya jawab atau diskusi dengan nyaman dan leluasa, kemudahan dalam pengmasukan berbagai file data merupakan salah satu keunggulan media sosial facebook.
Media sosial yang sangat banyak digunakan oleh pengguna akan sangat mubazir jika tidak digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat. Komunikasi yang digunakan secara manual akan memakan waktu lama, penggunaan kertas yang terlalu banyak juga tidak efektif dalam sistem pembelajaran konservasi, jika tidak menggunakan sosial media facebook akan dapat ketinggalan informasi dengan teman-temannya dan gaptek.
Dalam proses belajar mengajar dalam tingkat SD, SMP, SMA/K ataupun PT pasti sangat diperlukan sebuah komunikasi secara lancar. Contoh kasus yang saya sampaikan disini dalam penggunaan media sosial di perguruan tinggi yaitu berbagai mata kuliah pasti memiliki banyak tugas dan apabila penugasan itu harus dalam bentuk print out tentu akan lebih memakan banyak biaya padahal sebagai mahasiswa tentu hanya memiliki biaya yang pas-pasan belum lagi jika ada revisi dan tentu itu akan memakan banyak biaya lagi oleh sebab itu dapat dikumpulkan dalam softcopy dan pengumpulannya dalam waktu yang fleksibel dengan waktu yang telah ditentukan pasti akan membuat tugas mahasiswa menjadi lebih efektif dan efisien daripada cara manual yang harus di print out maupun penggadaan softcopy dengan cara manual akan memakan banyak waktu.
Dalam dunia yang serba modern ini dan dalam era globalisasi ini sungguh akan ironis jika seseroang tidak memiliki media sosial terutama facebook. Alangkah lebih baik pula penggunaan media sosial facebook dapat digunakan dalam kegiatan positf sebagai media pembelajaran interaktif yang dapat menjangkau semua kalangan peserta didik dan pendidik. Manfaatkanlah situasi dengan sebaik mungkin agar kita dapat semakin terdepan dalam era dunia yang kejam ini.
Sekian yang dapat saya sampaikan, apabila terdapat kesalahan kata dalam penyusunan kalimat mohon beri kritik dan saran.
Wassalamu alaikum Wr. Wb

Name                  : Erlita Septiani
NIM                    : 1102414026
ROMBEL           : 1

tugas filsafat



Pengertian Prinsip Kurikulum Efisiensi dan Efektivitas

Prinsip efisiensi/praktis yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu, biaya dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal, cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai. Prinsip efisiensi berhubungan dengan perbandingan antara tenaga, waktu, suara dan biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh. Kurikulum dikatakan memiliki tingkan efisiensi apabila dengan sarana, biaya yang minimal dan waktu yang terbatas dapat memperoleh hasil yang maksimal. Betapa pun bagus dan idealnua suatu kurikulum, manakala menurut perlatan saran dan prasana yang sangat khusus serta mahal pula harganya maka kurikulum itu tidak praktis dan sukar dilaksanakan. Kurikulum harus dirancang untuk dapat digunakan dalam segala keterbatasan.
Prinsip efektivitas yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa adanya kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas. Kurikulum merupakan penjabaran dari perencanaan pendidikan dari kebijakan-kebijakan pemerintah, dalam pengembangannya harus memperhatikan kaitan antara aspek utama kurikulum yaitu tujuan, isi, pengalaman belajar serta penilaian dengan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. Prinsip efektivitas berkenaan dengan rencana dalam suatu kurikulum dapat dilaksanakan dan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar. Terdapat dua sisi efektivitas dalam suatu pengembangan kurikulum.
Pertama, efektivitas berhubungan dengan kegiatan guru dalam melaksanakan tugas mengimplementasikan kurikulum di dalam kelas. Efektivitas kegiatan guru berhubungan dengan perencanaan yang telah disusun. Sebagai contoh, apabila guru menetapkan dalam satu caturwulan atau satu semester harus menyelesaikan 12 program pembelajarn sesuai dengan pedoman kurikulum, ternyata dalam jangka waktu tersebut hanya dapat menyelesaikan 4 atau 5 program saja berarti dalam kegiatan tersebut tidak dapat dikatakan sebagai program yang efektif.
Kedua efektivitas kegiatan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar yang berhubungan dengan sejauh mana siswa dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan sesuai dengan jangka waktu tertentu. Sebagai contoh apabila ditetapkan dalam satu catur wulan siswa harus dapat mencapai sejumlah tujuan pembelajaran, ternyata hanya sebagian saja yang dapat dicapai siswa maka dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran siswa tidak efektif ,
Referensi:
http://ermahanif.blogspot.in/2009/04/prinsip-prinsip-pengembangan-kurikulum.html?m=1
http://dewkunt.wordpress.com/prinsip-pengembangan-kurikulum
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/31/prinsip-pengembangan-kurikulum
ERLITA SEPTIANI/ 1102414026/ ROMBEL 1

Senin, 03 November 2014

kuliah hari selasa ini AMAZING

Awalnya sih mau UTS
tapi nyatanya mata kuliah dari jam pertama kedua dan ketiga KOSONG
ga ZONK po ya wkwkwk