Kamis, 20 November 2014

tugas filsafat



Pengertian Prinsip Kurikulum Efisiensi dan Efektivitas

Prinsip efisiensi/praktis yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu, biaya dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal, cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai. Prinsip efisiensi berhubungan dengan perbandingan antara tenaga, waktu, suara dan biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh. Kurikulum dikatakan memiliki tingkan efisiensi apabila dengan sarana, biaya yang minimal dan waktu yang terbatas dapat memperoleh hasil yang maksimal. Betapa pun bagus dan idealnua suatu kurikulum, manakala menurut perlatan saran dan prasana yang sangat khusus serta mahal pula harganya maka kurikulum itu tidak praktis dan sukar dilaksanakan. Kurikulum harus dirancang untuk dapat digunakan dalam segala keterbatasan.
Prinsip efektivitas yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa adanya kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas. Kurikulum merupakan penjabaran dari perencanaan pendidikan dari kebijakan-kebijakan pemerintah, dalam pengembangannya harus memperhatikan kaitan antara aspek utama kurikulum yaitu tujuan, isi, pengalaman belajar serta penilaian dengan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. Prinsip efektivitas berkenaan dengan rencana dalam suatu kurikulum dapat dilaksanakan dan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar. Terdapat dua sisi efektivitas dalam suatu pengembangan kurikulum.
Pertama, efektivitas berhubungan dengan kegiatan guru dalam melaksanakan tugas mengimplementasikan kurikulum di dalam kelas. Efektivitas kegiatan guru berhubungan dengan perencanaan yang telah disusun. Sebagai contoh, apabila guru menetapkan dalam satu caturwulan atau satu semester harus menyelesaikan 12 program pembelajarn sesuai dengan pedoman kurikulum, ternyata dalam jangka waktu tersebut hanya dapat menyelesaikan 4 atau 5 program saja berarti dalam kegiatan tersebut tidak dapat dikatakan sebagai program yang efektif.
Kedua efektivitas kegiatan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar yang berhubungan dengan sejauh mana siswa dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan sesuai dengan jangka waktu tertentu. Sebagai contoh apabila ditetapkan dalam satu catur wulan siswa harus dapat mencapai sejumlah tujuan pembelajaran, ternyata hanya sebagian saja yang dapat dicapai siswa maka dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran siswa tidak efektif ,
Referensi:
http://ermahanif.blogspot.in/2009/04/prinsip-prinsip-pengembangan-kurikulum.html?m=1
http://dewkunt.wordpress.com/prinsip-pengembangan-kurikulum
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/31/prinsip-pengembangan-kurikulum
ERLITA SEPTIANI/ 1102414026/ ROMBEL 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar