Pengertian Prinsip Kurikulum
Efisiensi dan Efektivitas
Prinsip efisiensi/praktis
yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan
waktu, biaya dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal, cermat dan tepat
sehingga hasilnya memadai. Prinsip efisiensi berhubungan dengan perbandingan
antara tenaga, waktu, suara dan biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang
diperoleh. Kurikulum dikatakan memiliki tingkan efisiensi apabila dengan
sarana, biaya yang minimal dan waktu yang terbatas dapat memperoleh hasil yang
maksimal. Betapa pun bagus dan idealnua suatu kurikulum, manakala menurut
perlatan saran dan prasana yang sangat khusus serta mahal pula harganya maka
kurikulum itu tidak praktis dan sukar dilaksanakan. Kurikulum harus dirancang
untuk dapat digunakan dalam segala keterbatasan.
Prinsip efektivitas
yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa
adanya kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas. Kurikulum
merupakan penjabaran dari perencanaan pendidikan dari kebijakan-kebijakan
pemerintah, dalam pengembangannya harus memperhatikan kaitan antara aspek utama
kurikulum yaitu tujuan, isi, pengalaman belajar serta penilaian dengan
kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. Prinsip efektivitas berkenaan
dengan rencana dalam suatu kurikulum dapat dilaksanakan dan dicapai dalam
kegiatan belajar mengajar. Terdapat dua sisi efektivitas dalam suatu
pengembangan kurikulum.
Pertama,
efektivitas berhubungan dengan kegiatan guru dalam melaksanakan tugas
mengimplementasikan kurikulum di dalam kelas. Efektivitas kegiatan guru
berhubungan dengan perencanaan yang telah disusun. Sebagai contoh, apabila guru
menetapkan dalam satu caturwulan atau satu semester harus menyelesaikan 12
program pembelajarn sesuai dengan pedoman kurikulum, ternyata dalam jangka
waktu tersebut hanya dapat menyelesaikan 4 atau 5 program saja berarti dalam
kegiatan tersebut tidak dapat dikatakan sebagai program yang efektif.
Kedua
efektivitas kegiatan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar yang berhubungan
dengan sejauh mana siswa dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan sesuai
dengan jangka waktu tertentu. Sebagai contoh apabila ditetapkan dalam satu
catur wulan siswa harus dapat mencapai sejumlah tujuan pembelajaran, ternyata hanya
sebagian saja yang dapat dicapai siswa maka dapat dikatakan bahwa proses
pembelajaran siswa tidak efektif ,
Referensi:
http://ermahanif.blogspot.in/2009/04/prinsip-prinsip-pengembangan-kurikulum.html?m=1
http://dewkunt.wordpress.com/prinsip-pengembangan-kurikulum
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/31/prinsip-pengembangan-kurikulum
ERLITA SEPTIANI/ 1102414026/ ROMBEL
1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar